Profil & Informasi irigasi Provinsi Banten

  

Profil Provinsi Banten

banten.pngBerdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, secara geografis luas wilayah Provinsi Banten adalah 8.651,20 km2, yang terletak  di ujung  barat  Pulau Jawa dan berjarak sekitar 90 km dari DKI Jakarta yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan 2 (dua) kota yaitu Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Sedangkan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 31 Januari 2008, Provinsi Banten memiliki  luas  sebesar 9.662,92 km2 atau  sekitar 0,51% dari  luas  wilayah  Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah terluas adalah Kabupaten Pandeglang dengan luas 3.746,90 km² dan wilayah terkecil adalah Kota Cilegon dengan luas 164,21 km². Seiring dengan tuntutan dan perkembangan pembangunan, tahun 2008 telah terjadi pemekaran wilayah dengan terbentuknya Kota Serang sebagai pemekaran dari Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan sebagai pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Saat ini jumlah kabupaten/kota di Provinsi Banten menjadi 4 (empat) kabupaten dan 4 (empat) kota dengan batas wilayah sebagai berikut :

 

 

  • Sebelah Utara dengan Laut Jawa
  • Sebelah Timur dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
  • Sebelah Barat dengan Selat Sunda

Posisi Geografis Provinsi Banten berada antara 5º7’50” - 7º1’11” LS dan 105º1’11” - 106º7’12” BT, Oleh karena dikelilingi oleh laut, maka Provinsi Banten memiliki sumber daya laut yang potensial dan mempunyai posisi yang strategis yaitu sebagai jalur penghubung darat antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Sebagian wilayahnya pun yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan menjadi hinterland bagi Provinsi DKI Jakarta.

 

Wilayah Provinsi Banten berada pada ketinggian 0-1000 m dpl. Dataran rendah dengan ketinggian 0-50 m dpl terdapat di sepanjang pesisir utara Laut Jawa, sebagian wilayah Serang, Sebagian besar wilayah Kabupaten dan Kota Cilegon, sebagian pesisir Selatan Kabupaten Pandeglang sampai Kabupaten Lebak. Kemiringan lereng di daerah tersebut berkisar antara 0-15%. Topografi perbukitan bergelombang sedang dengan kemiringan lereng 15-25% mencakup wilayah Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon serta bagian utara Kabupaten Pandeglang. Sedangkan topografi perbukitan terjal dengan kemiringan lereng > 25% terdapat di Kabupaten Lebak dan sebagian kecil Kabupaten Pandeglang bagian Selatan.

 

Sementara itu, iklim wilayah Banten dipengaruhi oleh angin munson dan gelombang la nina. Cuaca didominasi oleh angin barat dari samudera hindia dan angin asia di musim penghujan serta angin timur pada musim kemarau. Suhu udara di Banten berkisar antara 22,10C-33,70C, dengan kelembaban udara bervariasi antara 76% - 865%. Sebagian wilayah Provinsi Banten memiliki curah hujan yang cukup tinggi dengan rata-rata curah hujan pada tahun 2006-2008 yaitu 127 mm/tahun, tahun 2009 rata-rata curah hujannya sebesar 116 mm/tahun, dan di tahun 2010 rata-rata curah hujannya mencapai 178 mm/tahun. Curah hujan tertinggi pada tahun 2009 terjadi di bulan Januari (339 mm), dan terendah pada bulan Agustus hanya sebesar 2 mm. Rata-rata curah hujan bulanan pada Tahun 2009 sebesar 116 mm, lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 123 mm. Meskipun demikian, tidak ada perbedaan siklus hujan antara tahun 2009 dengan 2008, dimana pada periode Januari-Maret curah hujan relatif tinggi, kemudian mulai menurun di bulan April dan mulai naik kembali sekitar bulan Oktober.

Sementara itu, jumlah hari hujan pada tahun 2009 sebanyak 170 hari, sedikit lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebanyak 167 hari. Meskipun demikian, pada tahun 2009 dan 2008 hujan turun rata-rata selama 14 hari dalam sebulan atau sekitar dua hari sekali turun hujan. Sedangkan, rata-rata intensitas hujan pada tahun 2009 dan 2008 ini termasuk dalam kategori hujan rendah. Meskipun demikian, hujan berkategori sedang juga terjadi pada Januari dan November tahun 2009 dan pada bulan Januari tahun 2008.