Profil & Informasi irigasi Provinsi Banten

  

Menuju Lumbung Pangan Melalui Percetakan Sawah Baru

PERMASALAHAN ketersediaan pangan, khususnya beras selalu menghantui pemerintah dan masyarakat sejak beberapa tahun belakangan ini. Disatu sisi kebutuhan pangan terus meningkat, sedangkan disisi lain, alih fungsi lahan sawah setiap tahun terjadi secara masif pada areal persawahan yang cukup luas.

 

Oleh karena itu, upaya penambahan baku lahan tanaman pangan melalui perluasan sawah menjadi sangat penting, seperti halnya yang telah dan akan dilakukan Pemkab Lebak, melalui percetakan sawah baru yang dilakukan pemerintah maupun swadaya petani. Pada tahun 2017, lahan sawah di Kabupaten Lebak telah bertambah seluas 6.946 hektare sehingga jumlah total seluas 53.946 hektare dari sebelumnya 47.000 hektare.

 

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna menyatakan, pada 2017 pihaknya melakukan percetakan sawah baru di Kecamatan Cirinten seluas 150 hektare, dengan melibatkan TNI dan kelompok tani. Selain itu, kelompok tani di wilayah lain juga melakukan percetakan sawah baru secara swadaya.

 

 

”Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung swasembada pangan sehingga setiap tahun digulirkan program percetakan sawah baru,” kata Kadistanbun Dede Supriyatna, Senin (22/1/2018).
Menurutnya, percetakan sawah baru itu dimaksudkan untuk meningkatkan produksi juga produktivitas pangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani, dan menjadikan Lebak sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.

suber/berita lengkap di kabar-banten.com