Profil & Informasi irigasi Provinsi Banten

  

Delapan Bendungan Selesai tahun ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan bendungan memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan dalam negeri. Sejauh ini, pemerintah berencana membangun 65 bendungan. Dari jumlah tersebut 16 di antaranya proyek lama dan 49 proyek baru. Dari target yang ingin diselesaikan, 17 bendungan telah rampung. Pemerintah menargetkan delapan bendungan lainnya akan beroperasi sampai akhir tahun ini. "Ada delapan kira-kira yang bisa diresmikan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di kantornya, akhir pekan lalu. Baca juga: Gara-gara Bendungan Ini, Basuki Sering Kena Omel Jokowi Ke delapan bendungan tersebut yakni Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Logung dan Bendungan Gondang di Jawa Tengah, serta Bendungan Kuningan di Jawa Barat.

Kemudian, Bendungan Sindang Heula di Banten, Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Mila di Nusa Tenggara Barat dan Bendungan Paseloreng di Sulawesi Selatan. Bila kedelapan bendungan itu telah beroperasi, maka kapasitas tampung air dapat bertambah hingga mencapai 288 juta meter kubik. Mengutip data Kementerian PUPR, saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Mila telah mencapai 89,85 persen. Dengan anggaran Rp 232,98 miliar, bendungan ini memiliki kapasitas tampung 6,57 juta meter kubik dan luas genangan 84,52 hektar. Nantinya bendungan ini dapat mengalirkan air baku hingga 100 liter/detik serta mengairi daerah irigasi seluas 1.689 hektar. Sementara Bendungan Rotiklot yang menelan anggaran Rp 496 miliar, saat ini progres fisiknya telah mencapai 96,54 persen. Bendungan yang memiliki kapasitas tampung 3,3 juta meter kubik ini dapat mengalirkan air baku mencapai 40 liter per detik. Adapun luas daerah irigasi yang dapat ditangani bendungan yang memiliki luas genangan 24,91 hektar ini mencapai 139 hektar.

sumber/deail : kompas.com