Profil & Informasi irigasi Provinsi Banten

Irigasi Banten

  

Petani di Polewali Sewa Pompa Untuk Sedot Air Sungai demi Atasi Kemarau

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Para petani di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa menyedot air sungai untuk mengairi berhektar-hektar lahan pertanian di kelompoknya. Hal ini dilakukan karena musim kemarau yang membuat mereka menganggur selama beberapa bulan. Untuk menyedot air sungai, mereka terpaksa harus membayar Rp 800.000 perhari demi menyewa alat pompa. Ini dilakukan warga agar usaha pertanian yang menjadi tumpuan mata pencaharin mereka tetap berkelanjutan meski musim kemarau melanda.

Bendungan di Indonesia, Kalah Banyak Dibanding China, dan Amerika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus menggenjot pembangunan bendungan. Selama kurun waktu 2015-2018, pemerintah menargetkan dapat membangun 65 bendungan. Jumlah bendungan yang dimiliki Indonesia baru 231 buah. Bila dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat, China dan Jepang, bendungan yang dimiliki Indonesia kalah jauh. Jepang misalnya, dengan luas wilayah tak lebih dari seperempat wilayah Tanah Air, memiliki 3.000 bendungan. Sementara AS mempunyai 6.100 bendungan dan China 110.000 bendungan

agenda.png

layanan_pengaduan.png

Sejarah irigasi Banten

Sejarah irigasi di Banten berawal dari kisah Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah yang  memilih sebuah dusun di pantai utara Banten untuk membangun istana barunya di daerah rawa-rawa yang kemudian daerah tersebut diubah menjadi ‘kota air’ dengan membangun teknologi hidrolik untuk mengembangkan ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan ..selengkapnya

kemenpupera1.png

web_pemprov_banten_0.jpg

dinas_pupr_banten1_0.png